Yang kupuja bukan wajahmu
Yang kubangga bukan tawamu
Kuterkesima bukan karena tubuhmu
Hembusanmu menghidupkanku
Engkau masuk ke sela rongga dadaku
Menggugah jutaan saraf-sarafku
Menggentarkan nadiku untuk bekerja
Memberi susu hangat bagi ideku
Melahirkan deretan kata yang tergurat indah
Aah.. engkau memang napasku
Tak terbayang kalau engkau tak hadir lagi
Tak ada lagi puisi-puisi indah
Tak ada lagi warna dalam karyaku
Yang tersisa hanyalah tubuh kaku yang tak berdaya
Menahan hambarnya rasa dan masa
Jangan! Jangan! Jangan tinggalkan aku
Engkau adalah napasku
Pesan:
Rokok, bagi sebagian orang adalah sumber inspirasi. Mereka merasa dan berpikir bahwa tanpa rokok semuanya terasa mati, kaku, dan hambar. Bagi mereka, rokok adalah napas hidup.
Catatan;
Letakkan sebuah kursi di tengah panggung dan penuhi sekelilingnya dengan bungkusan rokok, puntung, asbak, uang, yang diatur berserakkan dan taruhlah baju pelakon di sandaran kursi sehingga pelakon hanya memakai baju dalam. Sambil mendeklamasikan puisi, isaplah sebatang rokok yang menandakan nikmatnya merokok. Siapkan juga pena dan buku untuk menulis sesuatu sebagai hasil inspirasi dari rokok.
Created by; gusty p.
Label: puisi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar