Awas!!! Itu Hanya Tipuan


Aku menangis, kawan
Melihatmu terkapar dalam bayang-bayang
Menahan jantungmu yang enggan berdegup
Menyaksikan paru-parumu yang tak seceria dulu
Engkau korban kebohongan massal

            Awas!!! Itu hanya tipuan
            Pria memang punya selera
            Tetapi bukan selera murahan
            Perubahan itu memang perlu
            Namun jangan ke arah yang keliru
            Jangan bilang ‘Enjoy aja’ dengan tipuan
            Engkau butuh napas, kawan

Dia bukan napasmu
Engkau hanya terjerat kata-kata manisnya
Nyatanya hambar tak berwarna
Ia tak seindah kata-katanya
Ia tak secantik puisi-puisinya
Ia lebih tajam dari sembilu
Ia lebih panas dari bara penempa pedang
Awas!!! Itu hanya tipuan


Pesan (anti rokok)
Merokok dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi, kanker paru-paru, dll. Iklan-iklan rokok yang hebat hanyalah tipuan belaka. Jangan terjerat—itu selera murahan.

Catatan:
Pelakon hanya mengelilingi dekorasi yang ada pada  puisi pertama (Puisi: Engkau adalah Napasku) .Tataplah dengan saksama segala  yang ada di sekitar pelakon pertama (dalam puisi "Engkaulah Napasku)". Pelakon pertama dibiarkan tertidur di sekitar dekorasi pada puisi pertama. Kesannya bahwa ia terkena serangan jantung.Yakinkan dia bahwa merokok memang berbahaya.


Created by; gusty p.

0 komentar:

Blogger Template by Blogcrowds